Tingkat Dua, Alhamdulillah, I’m Done!

Hari ini adalah hari terakhir perkuliahan di Semester Empat. Ditutup dengan kelas sore jam 16.00 untuk mata kuliah HKN.
Jujur, saat semua ini berakhir, apa yang pertama kali terlintas dibenakku adalah “Wah, serius udah 1 semester?” . Semester yang pada realitanya amat sangat hectic ini justru berlalu tanpa disadari. Sedih? Manusiawi. Namanya perpisahan pasti selalu mengundang bulir-bulir air diujung kelopak mata.

Ketika semester tiga kemarin dipertemukan dengan Cost Accounting, aku fikir semester tiga akan menjadi the worst semester ever. Tapi, ternyata tidak. Setelah berlalu, aku baru menyadari ternyata semester empat lebih banyak menyimpan air mata di sudutnya, bagiku, ketimbang semester tiga kemarin. Tapi, lagi-lagi, di setiap momen ‘ujian’ datang, selalu ada segara kebaikan yang nyata Allah tampakkan di pelupuk mataku. Alhamdulillah..

Di awal semester empat, dosen salah satu matkulku tiba-tiba langsung menugaskan sesuatu lewat grup whatsapp kelas. Tugasnya adalah mengisi biodata dan foto pribadi di gform. Awalnya aku fikir itu sekadar formalitas biasa.. Ternyata eh ternyata, beliau mengedit satu-satu foto kami sekelas dan membuatkan video semacam slidesharenya gitu.. Uh baper max!
Selain itu, di pertemuan pertama, beliau mengajak kami foto bersama dengan membawa ‘harapan’ yang dituangkan dalam bentuk properti.. Waktu itu, kami membawa balon huruf bertuliskan “4-7 Zero DO”. Biasanya, foto bareng dosen adalah pertanda bahwa UAS semakin dekat. Tapi kali ini antimainstream, foto bareng dosen di awal perkuliahan! Kata beliau “agar Anda ingat janji Anda di awal (agar sekelas Zero DO)” . Dosen mana lagi kan yang kayak gini? :”)

Seiring berjalannya waktu, semester empat —bagi kelasku— itu mengandung banyak banget tugas rutinan, seperti tugas kasus HKN, mind map Mankeu perminggu, belum lagi kuis mendadak dan tugas-tugas berkala semacam latihan soal, makalah, ngerangkum dlll :)) Ditambah pula banyak tugas kelompok, kayak tugas video dari berbagai matkul, tugas paper Akpem setiap minggu, tugas survei 2x dalam 1 semester, tugas pengabdian masyarakat, dan lainnyaaa………..
Zuzur, tugas-tugas segunung itu sanggup bikin depresi :”) Karena disamping akademik, non-akademik pun minta dibelai-belai.. Salah diri ini juga sih karena ndak bisa ngatur waktu dengan baik, makanya keteter-teter deh dan jadi stress sendiri… uhuhuu

Tapi dibalik tugas segunung itu, alhamdulillahnya banyak pelajaran berharga yang aku dapatkan..
Aku mendapat sebuah pencerahan bahwa Allah tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.. Di semester ini pula, aku berusaha untuk tetap memegang prinsipku erat-erat bahwa tak apa-apa berjalan sendirian, asalkan jalan itu adalah jalan yang Allah ridhoi :”)

Yang paling aku syukuri adalah di semester empat ini aku dipertemukan dengan banyak dosen hebat, baik hati, inspiratif, dan sangat berkompeten di bidangnya. Salah satunya seperti yang sudah kuceritakan di awal tadi. Selain karena ke-antimainstreamannya, dosen tersebut juga sangat baik hati. Setiap kami ujian (UTS/UAS) beliau akan meramaikan grup menyemangati kami. Tidak berhenti disitu, beliau juga memesankan g*-food untuk salah satu dari kami (yang beruntung) dengan syarat men-share loc alamat kos yang terjangkau gmaps… Makanannya beragam, bisa donat, pizza, martabak, dllll… Selain itu, beliau selalu menyempatkan untuk men-tentir kami.. Bahkan, ditentir terakhir saat menjelang UAS itu tentir seangkatan! Waktu itu, aku mikir, “duh, pasti capek banget seharian full selama dua hari ngajar orang segini banyak”, tetapi beliau sampaikan di ig storynya kalo itu adalah sebuah wujud cinta. Cinta dan dedikasi adalah pelajaran berharga yang aku petik dari beliau.

Kemudian, ada pula dosen yang sangat inspiratif. Beliau seringkali menyelipkan cerita-cerita di akhir pelajaran. Mulai dari tentang sepakbola, sejarah, agama, hingga perwayangan. Dibalik semua cerita-cerita itu beliau selalu memberikan motivasi dan moral value of the storynya… Dipertemuan terakhir sebelum UAS, beliau bercerita tentang perjalanan hidupnya hingga akhirnya berada di titik ini.. Perjalanan hidup yang penuh perjuangan dan kesabaran.. Ada satu kata-kata beliau yang melekat dalam hatiku, kata beliau “Sesungguhnya, apa yang kita tangisi hari ini kelak akan kita tertawakan.”. Pantang menyerah adalah apa yang aku petik dari sosok beliau..

Akhirul kata,
Teruntuk tingkat dua
baik semester empat maupun tiga
Terima kasih sudah membawa
begitu banyak cerita dan cinta di dalamnya.
Semoga;
segala duka, lara, pun derita
menjadi sesuatu yang aku syukuri pada akhirnya.
segala rintik tangis yang terjatuh
dapat menjadi sebuah alasan untuk terus berjalan lebih jauh
dan semakin dalam bersimpuh.

Sampai bertemu, di semester lima :”)

Regards,
Syifa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close