Ujian Nasional dan Dramatismenya

Sebagai seseorang yang sudah berhasil melewati segala jenis Ujian Nasional, dari yang level rendah hingga tingkat tinggi, kali ini aku ingin berbagi sekaligus menitipkan sedikit pesan untuk kawan-kawan yang akan dan terus akan mengalami ujian, entah Ujian Nasional, SBMPTN, Ujian Masuk Univ, maupun UTS-UAS nantinya.

Ku awali dengan sedikit cerita tentang Ujian Nasional.
Namanya memang ujian, tapi ada banyak “tangan terselubung” di dalamnya. Kalian pasti tahu itu dengan pasti. Banyaknya calo KJ bertebaran, maraknya “kisi-kisi” plus plus di peredaran, mudahnya akses bisik-bisik-tetangga dengan kawan, itu merupakan hal yang biasa bukan?
Kebiasaan seperti itu lah yang melahirkan hal-hal terkutuk yang tiap hari tidak bosan-bosannya kita kecam dan pergunjingkan, versi kecilnya tentu saja. Korupsi proyek anu, lahirnya dinasti anu, dan anu anu yang lain. Jangan salahkan kejamnya dunia kalau sebenarnya kita lah yang menciptakan dunia itu.

Mari kita perjelas.
Sebut saja, budaya mencontek.
Mengapa mencontek dapat menjadi budaya? Tentu saja karena kitalah yang membudayakannya.  Kita yang membiarkannya merangsek masuk dalam kehidupan kita, kemudian ia merusak pemahaman kita bahwa hal tersebut adalah biasa.
Tahun lalu, marak beredar copy an soal UN PBT, di mana-mana dengan mudahnya kutemui, baik di sekolah, bimbel, hingga tempat fotocopyan.
Dari manakah soal itu berasal? Asumsiku soal itu bersumber dari ‘oknum orang-orang berwenang’ yang sekaligus berperan sebagai kerabat. Aku tidak ingin menyebut salah satu profesi dan memojokkannya, hanya saja memang begitulah adanya.
Di Indonesia, nilai masih menjadi tolak ukur nomor satu sebagai penentu kecerdasan seseorang. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut dapat menjadi bahan kita dalam menelaah dan menilai apa yang seseorang itu dapatkan selama tiga tahun bersekolah. Namun, bukan nomor satu dan satu-satunya, ada banyak faktor yang jauh lebih worth it untuk dijadikan pertimbangan, skill atau kepribadian sehari-hari misalnya. Pemikiran bahwa nilai adalah segalanya yang membuat generasi millenium ini gelap mata dan menghalalkan segala cara agar harga dirinya tidak terpentok aspal tiba-tiba.
Miris memang, tapi beginilah yang nyata hadir dalam kehidupan kita.
Beberapa waktu yang lalu, ada seorang teman yang bercerita padaku tentang sesuatu yang mengusik pemikirannya tentang pelaksanaan UN. Ku tarik kesimpulannya saja bahwa memang tidak ada kapas putih di dunia ini, pasti ada noda yang nyata ataupun bercak pudar yang mewarnainya. Ada yang terang-terangan meminta kita ‘menggunakan sesuatu’ untuk menjaga reputasi sekolah atau bisa jadi pula diam-diam tanpa diketahui sang murid lalu bimsalabim! murid biasa melejit langsung jadi murid jenius tiba-tiba. Aku jadi sangsi dengan nilai ujian masa sekolahku yang angkanya terbilang fantastis kala itu.
Saat SMA, aku mulai sadar dan belajar untuk menghargai integritas (aku baru tau istilah ini ketika kuliah) wkwk. Walau nilai UN gak berpengaruh apapun saat itu, tapi aku berpikir bahwa bagaimana caraku melewatinya akan tetap berpengaruh terhadap perilaku dan kepribadianku. Kalau aku membiasakan diri dengan hal-hal unfaedah seperti itu, lama-lama ia akan menyubur dan membuat keras hati bagai batu. Pemikiran seperti itulah yang selalu aku tanam dan pegang teguh semenjak saat itu.

Hidup itu pilihan, teman.
Mau seperti apa kamu bawa hidupmu, itu pilihanmu.
Aku hanya sekedar ingin berpesan agar kamu memastikan apapun yang kamu lakukan, semoga itu yang mendatangkan ridho dan cintanya Allah kepadamu. Bukan sebaliknya.
Karena tanpa ridho-Nya, kamu gak akan pernah bisa apa-apa.

Selamat merenungi diri dan memperbaiki hidup.

_syf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s