#OneWeekOnePost — Galau

Assalamualaikum.
.
Susah ya ternyata buat konsisten.
Niatnya mau oneweekonepost, eh ternyata udah dua minggu menghilang:’)
Istiqamah itu beneran susah banget yaa, hiks.
Sudahlah, kuy lanjut.
.
Di malam minggu syahdu kali ini, gue tergelitik buat bahas tentang perasaan yang umumnya melanda anak-anak semester akhir, khususon jenjang SMA.
Triggernya adalah ini

hh.png

Dari 63 responden, 32% diantaranya mengatakan bahwa kini mereka tengah galau memikirkan masa depan. Eventho sebenernya ini hanyalah  pertanyaan kuisioner main-main belaka, tapi gue percaya hati kecil mereka tergerak buat jujur kalo sekarang itulah yang mereka rasain.
Well, sebagai seseorang yang pernah duduk di bangku SMA, gue tau persis bagaimana rasanya galau mikirin masa depan. Kayanya masa depan itu blur dan slurr banget buat gue pada zamannya. Khususnya garagara dulu gue ngebet banget lintas jalur, jujur itu merupakan keputusan berat buat dijalanin.
Terlepas dari gue, fase galau itu pasti pernah menyambangi SETIAP ANAK KELAS 3 SMA. Percayalah.
Sebenernya, gak cuma kelas 3 SMA doang yang ngerasain galau mikirin masa depan, pas kelas 3 SMP pun kita merasakan hal yang sama. Tapi setuju ga sih kalau dulu pas SMP kita masa bodo banget mau masuk SMA mana? Ga masa bodo-masa bodo banget sih, tapi sensasinya itu beda jauuuuh banget sama milih universitas. Wajar sih, karena memang kuliah banyak mengambil andil dalam menentukan hidup kita ke depannya.

.
Sebagai seseorang yang kini sudah mengecap rasanya jadi mahasiswa, jurusan yang tepat adalah sebuah titik tolak seseorang bisa mampu bertahan. Memang, semua orang tidak bisa disamaratakan. Ada yang salah jurusan kemudian memilih berjuang dan mampu tetap bertahan, tapi gak sedikit juga yang karena salah jurusan pada akhirnya memutuskan untuk mengulang lagi tahun depan.
Gue pribadi sih bener-bener menyarankan lo buat milih jurusan sesuai passion dan mimpi lo.
Ini alasan versi gue kenapa itu harus :

  1. Kuliah itu gak lagi bisa main-main (in my case)

    Karena gue kuliah di PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) yang menerapkan sistem DO tiap semester, kuliah itu gakbisa dibuat main-main. Serius.
    Bagi MaBa (Mahasiswa Baru), DO merupakan momok menakutkan terbesar tapi sekaligus trigger terampuh buat bikin rajin belajar. Di kampus gue, gak ada satu pun mahasiswa yang berani nyontek dan nanya temen pas ujian. Ga percaya? Buktikan sendiri. Itulah kenapa gue bangga bisa “digiring” Allah ke kampus ini, kampus yang bener-bener menerapkan apa itu integritas. Di kampus gue juga, gaada yang namanya tipsen (titip absen) karena setiap dosen wajib absen, so ya ketauan siapa yang gak hadir. Mungkin itu terkesan terlalu “strict” buat sebagian orang, seakan ga bisa bebas, tapi gue suka sama sensasinya. Menantang, men.

  2. Gak semangat kuliah

    Kalo lo salah jurusan, bisa-bisa semangat belajar lo akan memudar dan gak semangat buat ngampus. Kalo itu terjadi dan lo tipikal seseorang yang butuh diajarin orang lain, lo mungkin bisa keseok dalam belajar. Pada fase ini, butuh banget temen yang bisa membangkitkan semangat ngampus dan bersedia dengan ikhlas nentirin (ngajarin) kita.
    Beda ceritanya kalo lo tipikal orang yang fine-fine aja baca sendiri dari buku, gue yakin lo bisa tetap ngejar ketertinggalan walau otodidak.

  3. Banyak tugas yang butuh dedikasi dan niat lebih

    Di kuliah nanti, lo bakal sering ketemu yang namanya Laporan Praktikum, presentasi, makalah yang sumbernya gakbisa asal copas sembarang web, bikin siklus akuntansi pake tangan dan akhirnya gak balance, tugas dateng kaya air bah, kuis tetiba gapake alarm, UTS tiap sabtu, libur gak menentu, jadwal kuliah penuh harapan palsu, dlllllll. {diadopsi dari berbagai curhatan mahasiswa dari kampus beragam dan jurusan beraneka macam}
    Ketika kuliah nanti, banyak hal yang harus lo lakuin dengan niat extra. Makanya, lo harus punya pondasi niat yang utuh dulu buat bisa berdiri kokoh menghalau semua jenis aral pengganggu dalam berbagai jenis, seperti contoh diatas, itu.

  4. Bisa bernafas lebih lega. Live Passionately.

    Salah satu yang sangat gue syukuri dari 10-dan-cuma-10-nya temen sekelas gue pas SMA adalah kini kami semua mendapatkan jurusan sesuai apa yang kami mau {walau univnya beda cerita}. Jadi, ketika ngobrol di grup, walau itu merupakan keluhan tak berkesudahan, pada akhirnya kami akan saling berkata “kita bersyukur masuk xxx”, “kita bersyukur pake seragam, jadi ga bingung gonta-ganti baju” (re: kita dalam bahasa cirebon=saya=gue), kemudian saling bersyukur dengan takdir Allah dan menjadi pribadi yang lebih semangat menghadapi hari *ciela*

  5. Gak tertekan

    Gak tertekan dalam artian gak kebayang-bayang perasaan “harusnya aku ada disana..” dan juga tertekan dalam hal pelajaran. Materi kuliah itu lebih kompleks dan mendalam, jadi kalo gak suka bisa-bisa lo bakal tertekan dan gak mood.

.
Terlepas dari itu semua, ketika suatu saat nanti lo merasa lo berada di tempat yang salah, hanya ada dua pilihan : bertahan atau melanjutkan. Cuma lo yang bisa jawab itu.
Jujur aja, pada awalnya gue masih merasa disini bukan tempat gue, masih kebayang-bayang gue bisa ada “disana”. Setiap kali gue dapet tugas pengakun segunung gue selalu ngeluh, kenapa gue harus begini begitu begini begitu. Tapi sekarang alhamdulillah gue mulai bisa ikutin arus, moveon dan mulai menemukan lagi kecintaan gue pada akuntansi seperti saat SMA dulu.
So, teman-teman gue yang gue sayang, gue pesen, kenali diri lo sendiri. Cuma lo yang tau lo sukanya apa. Cuma lo yang bisa tahu lo bahagianya kalo gimana. Orang-orang di luar sana cuma bisa kasih saran, sebagian besarnya lo yang tentuin, lo yang jalanin.
Gue gak berniat sama sekali untuk menakut-nakuti, membuat kalian parno dan hectic. No. Hanya ingin berpesan bahwa kalian masih punya waktu untuk berpikir, menelaah kembali jati diri, memperbanyak konsultasi kepada sang ilahi, mencari info kesana-sini, agar apa? Agar cukup sampai disini kalian merasakan galau ini, besok-besok kalian hanya tinggal menjalani dan berusaha sebaik mungkin di universitas terbaik yang Allah pilihkan nanti.

Decision are the hardest thing to make, especially when it is a choice between where you should be and where you want to be — Unknown

Semangattt!
Maximum effort!

maxresdefault

https://i.ytimg.com/

_syf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s