Serial Anak Mamak #1

Assalamualaikum..
Happy Eid Adha, guys..
Ehm, bole la buat yg nyate kirim-kirim satenya ke rumah gue ahaha. Alamat inbox dah.
Anyway, lebaran idul adha kali ini. gue mau share salah satu ‘santapan’ fav gue.
Apalagi kalo bukan novel :v
Yuk ah cus.

Syifa memang seorang booknerd alias kutu buku. Tapi,buku yg gue telen masih dibilang ecek-ecek macem komik atau novel. Bukan ensiklopedia gigituan :”( Masih dalam proses buat tahan baca buku berat. Mohon bantuannya ya wankawan.

Yaa… at least, gue amat-sangat menikmati dunia gue.
Lu harus coba. Tenggelam di dalam imajinasi tanpa batas itu mengasyikkan, bro.
Sungguh. Gue ga ngelebih-lebihin.

Daripada banyak cincong.
Gue mau ngereview salah satu buku karangan novelis fav gue, tere-liye.
Judulnya Amelia. Novel pertama dari serial anak mamak.
Ada 4 serial; Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia.
Gue gak baca yg 3 sebelumnya. Garagara yaaa, klasik, kenalan, temen, sahabat, maupun sodara gue gaada yg punya novelnya WKWKWK
Gue emang kutubuku yg sok ekonomis, selagi masih ada yg punya, yaaa pinjem aelah =)) /plis jan ditiru, nanti gue pinjem ke siapa dong kalo lu niru gue/

Buat lu yg gak suka spoileran, plis berhenti baca tulisan gue sampe sini. Karena gue bakal nyeritain jalan ceritanya.

Ceritanya………bermula disebuah perkampungan daerah bukit barisan.
Kampung yg masih jauuuuuuuuuuuh banget dari teknologi dan kemajuan zaman. Masih gak ngerti pentingnya ilmu. Serba tradisional.
Tokoh seri dari cerita ini adalah keluarga Pak Syahdan dan Bu Nurma. Mereka mempunyai 4 anak super yg namanya dijadikan judul novel-novel yg barusan gue sebutin. Eliana, Pukat, Burlian dan Amelia.
Eliana adalah seorang kakak yg sanggup bikin gue terharu dan nangis *jujur aja*. Seorang kakak yg sanggup berkorban demi adik-adiknya. Dahsyat.
Yang kedua, Pukat. Seseorang yg pintar dan mahajenius. Cikal bakal penemu, ilmuwan dan professor yg terlahir di kampung.
Ketiga, Burlian. Sifatnya jahil dan menyukai petualangan. Cita-citanya ingin menjelajah setiap sudut dunia. (kalo dunia ada sudutnya)
Dan yg terakhir sekaligus banyak dibahas adalah Amelia. Anak bungsu yg dicap sebagai “penunggu rumah”. Dia benci dibilang bungsu, masih kecil dan “penunggu rumah”. Dia ingin sekali seperti kakak-kakaknya, pergi jauh. Namun tradisi kampungnya, si bungsu harus tetap tinggal di kampung dan menunggui orang tua masih kental. So, ya dia mau tak mau harus menelan bulat-bulat kata-kata “penunggu rumah” itu.

Banyak kisah yg diceritakan Amel dalam bukunya.
Tentang keluarganya yg miskin, ayahnya petani kopi, ibunya yg cekatan, kak eli yg pemberani dan suka mengomel, kak pukat yg jenius dan kompak sekali dengan kak burlian, juga kak burlian yg jahilnya minta ampun.
Kemudian, kisah tentang persahabatan, Geng Anak-Bungsunya, Chuck Norris, Tuanku T—-siapa ya gue lupa, Maya dan ia sendiri.
Tentang dedikasi, kerja keras dan kegigihan seorang guru. Di novel ini ditekankan bahwa seorang guru yg hebat, akan mampu menggali potensi dan minat bakat siswanya, hingga pada akhirnya, orang-orang hebat dapat menemukan jati dirinya yg sesungguhnya.
Juga tentang keteguhan hati, keberanian jiwa, kecemerlangan fikiran.
Sungguh perpaduan yg hebat!
Gue benar-benar heran, bagaimana bisa seorang manusia mampu menciptakan banyak kisah hebat dan pemahaman hidup dari kalimat demi kalimatnya (gue sudah membaca banyak buku Tere-Liye yg lain).
Penulisnya benar-benar mampu memainkan emosi dan suasana pembaca, mengajak pembacanya memahami sendiri maksud dan amanat yg ada dibalik kisah-kisah itu.
Kata-katanya yg syahdu dan bijak membuatku jatuh cinta sekaligus pada tulisannya.

Bacalah buku, kawan.
Terkadang pemahaman hidup bisa datang dari pintu mana saja.
Salah satunya mungkin dari buku.

Itulah mengapa, kadang gue ingin menjadi penulis.
Penggerak generasi bangsa yg tak kasat mata.
Jujur saja, semangatku membara setiap kali membaca buku dan kisah penuh keteladanan seperti ini.
Kata-kata Pak Pramoedya Ananta Toer perihal “menulis adalah bekerja untuk keabadian” memang sungguh benar. Bukunya boleh jadi lusuh, kuning, sobek, namun kisah dan kata-katanya akan setia dihati.

Tunggu aku, dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s